Langsung ke konten utama

Imitasi

 


Kakekku yang berasal dari ayah, ayahnya ayahku, pernah berpesan sesuatu kepadaku.

“Le, lak golek konco iku sing apik apik ya. Ojo gelem kekancan mbek cah-cah nakal”

(Nak, kalau cari teman itu yang baik-baik ya. Jangan mau berteman dengan anak-anak nakal)

Kakek menjelaskan lagi kalau teman yang nakal, akan mempengaruhiku untuk ikut-ikutan berbuat nakal juga. Kakek berpesan kalau mau berteman harus pilih-pilih. Memilih teman-teman yang baik akan juga membuat kita berperilaku baik.

Anak kecil adalah peniru yang ulung. Ketika lingkungan tumbuh kembangnya bersama teman-teman yang baik, maka ia akan menjadi orang yang baik. Sebaliknya, apabila ia tumbuh di lingkungan yang tidak baik, hampir pasti ia akan mencontoh hal tidak baik tersebut dan menjadikannya seseorang yang tidak baik pula.

Aku merasa beruntung ketika pergaulanku adalah bersama teman-teman yang sering mengaji dan tidak pernah berbuat yang aneh-aneh. Setelah dipikir-pikir, lingkungan yang baik itu adalah pilihan orang tua terhadap anaknya. Anak kecil belum memahami bagian-bagian mana yang termasuk baik, juga bagian-bagian mana yang dikatakan buruk. Sehingga mereka akan mengikuti standar kebaikan yang dimiliki orang tuanya. Orang tua bertanggung jawab atas lingkungan dan cara didik yang diberikan kepada anaknya. Sudah banyak sekali contoh di masyarakat yang dapat kita temui untuk membuktikan teori tersebut.

Sebelum menuntut apa-apa yang harus dimiliki anak, orang tua harus terlebih dulu memiliki apa yang dia inginkan ada di dalam diri anaknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Victoria Concordia Crescit

  Pada salah satu malam minggu saat aku masih SD, Aku dan teman-temanku menonton siaran langsung pertandingan sepakbola di salah satu rumah temanku. Waktu itu, tim yang sedang berlaga adalah Manchester United melawan Arsenal di Stadion Old Trafford, kandangnya Manchester United dalam perhelatan liga premier Inggri musim 2011/2012. Kebanyakan teman-temanku saat itu adalah pendukung MU, sedangkan Aku adalah satu-satunya penggemar klub Arsenal di ruangan itu. Malam itu, Manchester United mendominasi jalannya permainan. Teman-temanku sangat bersemangat berekspresi ketika Wayne Rooney CS menggempur pertahanan meriam London. Walaupun sendirian, Aku pun tidak kalah semangat saat serangan MU dapat dimentahkan oleh lini belakang Arsenal. Pertandingan babak pertama selesai dengan hasil imbang, 1 – 1. Babak kedua, setan jelek berwarna merah semakin beringas mengobrak-abrik pertahanan Arsenal. MU yang sedang bertanding di rumah sendiri, sangat berapi-api di bawah sorakan pendukungnya. Singka...

Wisata Mengunjungi Rumah

  Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan larangan untuk mudik di saat lebaran tahun ini. Alasan pemerintah ya sudah pasti karena untuk menekan arus mobilitas masyarakat untuk menghindari penularan virus COVID-19 semakin parah. Tahun ini adalah tahun kedua kebijakan ini kembali diambil. Tahun lalu, masyarakat juga dihimbau tidak mudik ketika lebaran datang. Walaupun demikian, banyak sekali masyarakat yang tetap bepergian ke kampung halaman atau ke sanak saudara dalam rangka merayakan hari raya Idul Fitri. Tahun ini, kebijakan larangan mudik kurasa tidak sejalan dengan kebijakan tetap membuka tempat pariwisata. Menteri Pariwisata berdalih bahwa kebijakan ini adalah semata-mata untuk menyelamatkan sektor pariwisata yang lumpuh total semenjak pandemi ini menyerang. Keinginan pak Menteri bisa dipahami, karena maksud beliau adalah membuka ekonomi masyarakat yang lumpuh beserta penegakan protokol kesehatan yang harus diakomodasi oleh pemilik tempat wisata. Sebenarnya, aku bisa men...

Jakarta Punya Cerita Bagian 3

  Di teras masjid kami berbincang. Kakak tingkat tadi bertanya kepadaku hal-hal yang mendasar, saking mendasarnya sampai aku tidak mampu menJawabnya. Contoh pertanyaan yang disampaikan seperti mengapa setelah sholat jamaah kita berjabat tangan, mengapa setiap ada orang meninggal diadakan tahlilan tujuh hari, empat puluh hari, seratus, seribu dan lain sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan yang selama ini aku tidak pernah memikirkannya sama sekali karena ya sudah aku alami begitu saja ketika di kampung halaman. Kakak tingkatku menjelaskan beberapa hal tentang cara kita beribadah. Intinya, setiap perbuatan ibadah harus disertai dalil dan contoh dari Rasulullah. Apa-apa yang tidak dicontohkan, sebaiknya tidak usah dilakukan. Takutnya, kita tergolong orang-orang yang terjerumus perkara bid’ah, dan bid’ah tempatnya di neraka. Kakak tadi juga mengajakku untuk belajar lebih jauh dengan mendatangi kajian-kajian di hari tertentu di masjid kampus. Sebenarnya, aku sudah beberapa kali mendengar...