Langsung ke konten utama

Mental Breakdance

 


Pernah ga sih kita mendengar teori psikologi yang kurang lebih berbunyi

Kita sekarang adalah hasil dari apa saja yang kita lalui dan alami di masa lalu

Teori tersebut menjelaskan bahwa sifat dan pemikiran yang kita miliki saat ini, adalah akibat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu. Hal yang mudah dijadikan contoh adalah seseorang yang manja, biasanya dulunya adalah seorang anak tunggal yang penuh kasih sayang dari orang tuanya dan dipenuhi segala keinginannya. Misalnya lagi ketika seseorang memutuskan untuk meminum minuman beralkohol, membuat tatto di tubuhnya, atau keinginan untuk bunuh diri karena orang tuanya selalu tidak akur dan sering bertengkar hebat di dalam rumah.

Jangan suka mengomentari apa yang kami perbuat. Kalian tidak mengerti apa yang telah kami lalui

Begitu kan? Kata-kata yang sering dilontarkan, seolah-olah, apa yang telah terjadi sebelumnya itu adalah pembenaran atas apa yang mereka perbuat sekarang. Namun, ada satu hal yang mungkin kita tidak pahami, teori diatas juga dapat dikalimatkan menjadi

Kita di masa depan, adalah hasil apa yang kita lakukan di saat ini

Menurutku, kalimat kedua ini lebih berpengaruh positif dibandingkan kalimat sebelumnya. Jadi, apa yang sudah berlalu biarlah berlalu dan jadikan sebagai pelajaran untuk saat ini dan kedepannya, bukan dijadikan sebagai pembenaran atas kesalahan yang kita lakukan sekarang. Masa depanmu terlalu suci untuk kamu korbankan atas kesalahan yang kamu lakukan sekarang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Victoria Concordia Crescit

  Pada salah satu malam minggu saat aku masih SD, Aku dan teman-temanku menonton siaran langsung pertandingan sepakbola di salah satu rumah temanku. Waktu itu, tim yang sedang berlaga adalah Manchester United melawan Arsenal di Stadion Old Trafford, kandangnya Manchester United dalam perhelatan liga premier Inggri musim 2011/2012. Kebanyakan teman-temanku saat itu adalah pendukung MU, sedangkan Aku adalah satu-satunya penggemar klub Arsenal di ruangan itu. Malam itu, Manchester United mendominasi jalannya permainan. Teman-temanku sangat bersemangat berekspresi ketika Wayne Rooney CS menggempur pertahanan meriam London. Walaupun sendirian, Aku pun tidak kalah semangat saat serangan MU dapat dimentahkan oleh lini belakang Arsenal. Pertandingan babak pertama selesai dengan hasil imbang, 1 – 1. Babak kedua, setan jelek berwarna merah semakin beringas mengobrak-abrik pertahanan Arsenal. MU yang sedang bertanding di rumah sendiri, sangat berapi-api di bawah sorakan pendukungnya. Singka...

Membuat Hidup Lebih Bermakna

Pernah gak sih kalian mengerjakan sesuatu yang sebenarnya sangat melelahkan tapi kalian tetap semangat melakukannya? Contoh simpelnya adalah mendaki gunung. Saya sangat suka melakukan perjalanan mendaki gunung. Berada di dalam hutan 2-3 hari tanpa sinyal, makanan terbatas, kegelapan, kedinginan, cuaca yang tidak menentu, bagi saya semua hal itu tidak ada apa-apanya dibandingkan kesenangan yang saya peroleh. Sebagai manusia yang punya keterbatasan berupa rasa lelah, saya juga merasakan capek yang luar biasa ketika mendaki ke puncak gunung, lalu turun lagi kaki gunung. Apalagi kalau letak gunung tersebut jauh dari wilayah domisili, sehingga masih perlu merasakan lelahnya naik kendaraan untuk menuju tempat gunung tersebut berada.  Tapi mau secapek apapun perjalanan mendaki gunung, akan selalu ada perasaan rindu dan keinginan untuk kembali ke gunung. Saya yakin hampir semua pendaki atau bahkan orang yang baru sekali melakukan pendakian dapat mengerti akan hal ini. Saya merasa mendaki g...

Tapi Menurutku Tuhan Itu Baik

Lirik "tiada yang meminta seperti ini" adalah lirik yang sekiranya paling membekas di hati.  Adalah kalimat yang pernah kudengar saat berkunjung ke rumah salah satu teman waku SMA. Kala itu, temanku baru saja mengalami patah tulang tangan akibat kecelakaan lalu lintas. Hari itu aku berkunjung adalah pekan terakhir proses pembelajaran kelas di sekolah. Di pekan berikutnya,  masuk jadwal ujian semester ganjil.  Di ruang tamu, aku dipersilakan duduk dan disajikan suguhan berupa minuman. Selain temanku, di ruangan itu ada Ibu temanku yang ikut mengobrol bersama kami. Kami mengobrol dengan topik utama bagaimana kondisi temanku saat ini dan tentunya juga membahas kronologi kejadian kecelakaan lalu lintasnya. Di penghujung waktu, Ibu dari temanku minta bantuanku untuk menjelaskan keadaan ini kepada wali kelas kami. Beliau mengharapkan kebijakan wali kelas kami untuk mengupayakan bagaimana supaya temanku ini tetap bisa mengikuti ujian, susulan mungkin. "...kan gak ada yang penge...