Langsung ke konten utama

Tempat Berkeluh Kesah

 


Beberapa waktu lalu, adik-adik tingatku mengeluh terhadap ketidakjelasan keputusan terhadap masa depan mereka. Saat itu, mereka menunggu kepastian kapan mereka akan diangkat dan dipekerjakan menjadi abdi negara. Latar belakang mayoritas dari mereka adalah alasan ekonomi. Pandemi ini berdampak parah terhadap keadaan ekonomi masyarakat, termasuk keluarga mereka. Mereka yang sudah berharap bisa membantu ekonomi keluarga dengan bekerja, malah digantung tanpa kejelasan.

Di waktu yang hampir bersamaan, aku dan teman-temanku yang tahun lalu sudah diangkat menjadi ASN, juga mengeluh. Bedanya, kami mengeluh terhadap pekerjaan yang harus diselesaikan terlalu banyak jumlahnya. Selain itu, beberapa pekerjaan tersebut telah mendekati batas terakhir pekerjaan itu harus selesai. Sehingga kami banyak menghabiskan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk hal-hal lain. Work-life balance yang ideal, itu semua hanya khayalan belaka.

Ah, andai saja aku dan teman-temanku melihat keadaan adik-adik tingkatku yang masih tidak jelas statusnya, maka kami pasti bersyukur dengan pekerjaan yang menyita waktu dan kesulitan ini. Andai saja kami melihat masyarakat yang jatuh miskin dan menderita hidupnya karena pandemi, maka kami pasti bersyukur karena tiap bulan gaji kami tidaklah berkurang. Andai juga adik-adik kami melihat teman seumurannya yang tidak tau setelah lulus mau bekerja dimana, maka mereka pasti akan bersyukur karena sudah pasti akan diangkat menjadi ASN walaupun entah kapan.

Akan selalu ada alasan untuk tetap bersyukur. Posisi atau keadaan yang kita keluhkan saat ini, bisa jadi adalah keadaan yang dimimpikan oleh orang lain. Mengeluh adalah pilihan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Victoria Concordia Crescit

  Pada salah satu malam minggu saat aku masih SD, Aku dan teman-temanku menonton siaran langsung pertandingan sepakbola di salah satu rumah temanku. Waktu itu, tim yang sedang berlaga adalah Manchester United melawan Arsenal di Stadion Old Trafford, kandangnya Manchester United dalam perhelatan liga premier Inggri musim 2011/2012. Kebanyakan teman-temanku saat itu adalah pendukung MU, sedangkan Aku adalah satu-satunya penggemar klub Arsenal di ruangan itu. Malam itu, Manchester United mendominasi jalannya permainan. Teman-temanku sangat bersemangat berekspresi ketika Wayne Rooney CS menggempur pertahanan meriam London. Walaupun sendirian, Aku pun tidak kalah semangat saat serangan MU dapat dimentahkan oleh lini belakang Arsenal. Pertandingan babak pertama selesai dengan hasil imbang, 1 – 1. Babak kedua, setan jelek berwarna merah semakin beringas mengobrak-abrik pertahanan Arsenal. MU yang sedang bertanding di rumah sendiri, sangat berapi-api di bawah sorakan pendukungnya. Singka...

Membuat Hidup Lebih Bermakna

Pernah gak sih kalian mengerjakan sesuatu yang sebenarnya sangat melelahkan tapi kalian tetap semangat melakukannya? Contoh simpelnya adalah mendaki gunung. Saya sangat suka melakukan perjalanan mendaki gunung. Berada di dalam hutan 2-3 hari tanpa sinyal, makanan terbatas, kegelapan, kedinginan, cuaca yang tidak menentu, bagi saya semua hal itu tidak ada apa-apanya dibandingkan kesenangan yang saya peroleh. Sebagai manusia yang punya keterbatasan berupa rasa lelah, saya juga merasakan capek yang luar biasa ketika mendaki ke puncak gunung, lalu turun lagi kaki gunung. Apalagi kalau letak gunung tersebut jauh dari wilayah domisili, sehingga masih perlu merasakan lelahnya naik kendaraan untuk menuju tempat gunung tersebut berada.  Tapi mau secapek apapun perjalanan mendaki gunung, akan selalu ada perasaan rindu dan keinginan untuk kembali ke gunung. Saya yakin hampir semua pendaki atau bahkan orang yang baru sekali melakukan pendakian dapat mengerti akan hal ini. Saya merasa mendaki g...

Tapi Menurutku Tuhan Itu Baik

Lirik "tiada yang meminta seperti ini" adalah lirik yang sekiranya paling membekas di hati.  Adalah kalimat yang pernah kudengar saat berkunjung ke rumah salah satu teman waku SMA. Kala itu, temanku baru saja mengalami patah tulang tangan akibat kecelakaan lalu lintas. Hari itu aku berkunjung adalah pekan terakhir proses pembelajaran kelas di sekolah. Di pekan berikutnya,  masuk jadwal ujian semester ganjil.  Di ruang tamu, aku dipersilakan duduk dan disajikan suguhan berupa minuman. Selain temanku, di ruangan itu ada Ibu temanku yang ikut mengobrol bersama kami. Kami mengobrol dengan topik utama bagaimana kondisi temanku saat ini dan tentunya juga membahas kronologi kejadian kecelakaan lalu lintasnya. Di penghujung waktu, Ibu dari temanku minta bantuanku untuk menjelaskan keadaan ini kepada wali kelas kami. Beliau mengharapkan kebijakan wali kelas kami untuk mengupayakan bagaimana supaya temanku ini tetap bisa mengikuti ujian, susulan mungkin. "...kan gak ada yang penge...