Langsung ke konten utama

Orang Kecil


Seseorang pernah berkata padaku bahwa aku adalah orang yang beruntung. Tumbuh besar dan berkembang di keluarga penuh kasih sayang, memiliki ayah yang bertanggung jawab dan seorang ibu yang penuh kasih sayang. Sampai saat ini aku belum pernah mendapatkan kedua tangan orang tuaku menyakitiku, tidak seperti anak orang lain yang pernah dicubit, dijewer, bahkan dipukul. Sampai saat ini aku belum pernah merasa dibentak oleh kedua orang tuaku, tidak seperti anak orang lain yang kena marah ketika berbuat kesalahan.

Seseorang pernah berkata padaku bahwa aku adalah orang yang beruntung. Segala keinginan dan kebutuhan selalu bisa dipenuhi oleh kedua orang tuaku. Ingin sepeda, ingin bola basket, ingin pesta perayaan ulang tahunku, ingin laptop, semuanya mampu dipenuhi. Orang tuaku tidak pernah perhitungan untuk mewujudkan apapun keinginanku. Aku tidak dipaksa harus menjadi apa di masa depan nanti. Aku tidak pernah dipersulit untuk izin kemanapun aku pergi, pesan ayahku hanya jangan mencuri dan berkelahi.

Seseorang pernah berkata padaku bahwa aku adalah orang yang beruntung. Aku bisa menjadi siswa di sekolah-sekolah terfavorit di kotaku. Ujian nasional matematika saat SD kuraih dengan nilai sempurna. Aku mampu masuk ke dalam kelas bilingual di SMP terbaik. Aku mewakili kotaku dalam ajang olimpiade sains nasional bidang komputer di provinsi saat SMA. Aku tidak peduli nilai ujian nasionalku karena sudah diterima di perguruan tinggi kedinasan. Biaya kuliahku gratis, hidup di kota metropolitan, berkesempatan menginjakan kaki di tanah sumatera untuk praktik lapangan, dan akhirnya lulus menjadi sarjana yang dibanggakan keluarga.

Seseorang pernah berkata padaku bahwa aku adalah orang yang beruntung. Tapi dia mungkin tidak tahu kalau waktu kecil aku tinggal di rumah bambu yang reyot dimakan rayap, yang dingin diterpa angin, dan yang basah ketika hujan. Dia mungkin tidak tahu ayahku hanya seorang penarik becak yang sangat kecil pendapatannya dibandingkan tenaga yang dikeluarkan. Dia mungkin tidak tahu kalau ibuku buta huruf dan seorang pembantu rumah tangga. Dia mungkin tidak tahu suatu hari aku pernah menangis karena hanya makan dengan nasi berlauk sambal bawang. Dia mungkin tidak tahu semua usahaku untuk belajar di tengah kekurangan-kekurangan itu. Dia mungkin tidak tahu perjuangan orang tuaku yang penuh peluh dan air mata membesarkanku.

Mungkin memang aku orang yang beruntung. Ibuku pernah bercerita kalau aku membawa berkah ke dalam keluarga ini. Semua kebutuhan yang diperlukan dapat dipenuhi dengan rezeki yang dari segala arah datang tiba-tiba. Mungkin memang aku orang yang beruntung. Kedua orangtuaku bukan orang yang berpendidikan tinggi namun bisa mendidik dan menyekolahkanku hingga menjadi seseorang yang bisa dibanggakan.

Aku berterima kasih kepada orang itu karena telah menyadarkanku bahwa aku memang bukanlah siapa-siapa tanpa keberuntungan. Aku mahkluk yang lemah dan sombong yang enggan mengakui keberuntungan yang aku dapatkan dari doa-doa ibuku setiap sholat, setiap malam menjelang tidur. Aku mahkluk yang lemah dan sombong yang enggan mengakui keberuntungan yang aku dapatkan dari Yang Maha Besar. Betapa naifnya aku merasa bisa meraih semua hal hanya berbekal usaha dan harta.

Semoga kita dapat menjadi orang yang pandai bersyukur dan rendah hati. Semoga pula kita menjadi anak yang berbakti dan menjadi investasi orang tua di akhirat kelak nanti.

#30DWC #30DWCJilid29 #Day4 #Squad5

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Victoria Concordia Crescit

  Pada salah satu malam minggu saat aku masih SD, Aku dan teman-temanku menonton siaran langsung pertandingan sepakbola di salah satu rumah temanku. Waktu itu, tim yang sedang berlaga adalah Manchester United melawan Arsenal di Stadion Old Trafford, kandangnya Manchester United dalam perhelatan liga premier Inggri musim 2011/2012. Kebanyakan teman-temanku saat itu adalah pendukung MU, sedangkan Aku adalah satu-satunya penggemar klub Arsenal di ruangan itu. Malam itu, Manchester United mendominasi jalannya permainan. Teman-temanku sangat bersemangat berekspresi ketika Wayne Rooney CS menggempur pertahanan meriam London. Walaupun sendirian, Aku pun tidak kalah semangat saat serangan MU dapat dimentahkan oleh lini belakang Arsenal. Pertandingan babak pertama selesai dengan hasil imbang, 1 – 1. Babak kedua, setan jelek berwarna merah semakin beringas mengobrak-abrik pertahanan Arsenal. MU yang sedang bertanding di rumah sendiri, sangat berapi-api di bawah sorakan pendukungnya. Singka...

Membuat Hidup Lebih Bermakna

Pernah gak sih kalian mengerjakan sesuatu yang sebenarnya sangat melelahkan tapi kalian tetap semangat melakukannya? Contoh simpelnya adalah mendaki gunung. Saya sangat suka melakukan perjalanan mendaki gunung. Berada di dalam hutan 2-3 hari tanpa sinyal, makanan terbatas, kegelapan, kedinginan, cuaca yang tidak menentu, bagi saya semua hal itu tidak ada apa-apanya dibandingkan kesenangan yang saya peroleh. Sebagai manusia yang punya keterbatasan berupa rasa lelah, saya juga merasakan capek yang luar biasa ketika mendaki ke puncak gunung, lalu turun lagi kaki gunung. Apalagi kalau letak gunung tersebut jauh dari wilayah domisili, sehingga masih perlu merasakan lelahnya naik kendaraan untuk menuju tempat gunung tersebut berada.  Tapi mau secapek apapun perjalanan mendaki gunung, akan selalu ada perasaan rindu dan keinginan untuk kembali ke gunung. Saya yakin hampir semua pendaki atau bahkan orang yang baru sekali melakukan pendakian dapat mengerti akan hal ini. Saya merasa mendaki g...

Tapi Menurutku Tuhan Itu Baik

Lirik "tiada yang meminta seperti ini" adalah lirik yang sekiranya paling membekas di hati.  Adalah kalimat yang pernah kudengar saat berkunjung ke rumah salah satu teman waku SMA. Kala itu, temanku baru saja mengalami patah tulang tangan akibat kecelakaan lalu lintas. Hari itu aku berkunjung adalah pekan terakhir proses pembelajaran kelas di sekolah. Di pekan berikutnya,  masuk jadwal ujian semester ganjil.  Di ruang tamu, aku dipersilakan duduk dan disajikan suguhan berupa minuman. Selain temanku, di ruangan itu ada Ibu temanku yang ikut mengobrol bersama kami. Kami mengobrol dengan topik utama bagaimana kondisi temanku saat ini dan tentunya juga membahas kronologi kejadian kecelakaan lalu lintasnya. Di penghujung waktu, Ibu dari temanku minta bantuanku untuk menjelaskan keadaan ini kepada wali kelas kami. Beliau mengharapkan kebijakan wali kelas kami untuk mengupayakan bagaimana supaya temanku ini tetap bisa mengikuti ujian, susulan mungkin. "...kan gak ada yang penge...