Langsung ke konten utama

Postingan

Jakarta Punya Cerita

  Setelah lulus SMA, aku berhasil lolos seleksi mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS). STIS yang kini berubah nama menjadi Politeknik Statistika STIS bertempat di Jakarta Timur. Bagi orang kampung sepertiku, Jakarta adalah kota besar yang tadinya hanya bisa kutonton di televisi. Sungguh, tidak ada bayangan sama sekali aku dapat berkesempatan sekolah di kota Metropolitan ini. Keluarga, tetangga, dan teman-teman menanggapiku dengan respon yang bermacam-macam setelah mereka tahu aku bakal kuliah jauh dari rumah, kurang lebih 750 kilometer dari Blitar. Walaupun ada yang pro dan kontra, yang kutahu mereka semua seperti itu karena peduli denganku. Ada 3 hal yang pertama menjadi keinginanku ketika aku tahu akan hidup di Jakarta. Pertama, aku ingin menonton timnas sepakbola Indonesia bermain di Gelora Bung Karno. Aku ingin berada di tengah-tengah supporter yang bersorak, bernyanyi, dan berteriak untuk mendukung kesebelasan garuda. Kedua, aku ingin ke Mall FX Sudirman untuk ...

Laki-laki Terjahat di Muka Bumi

  Menurutmu, siapa orang paling jahat di dunia? Pembunuh? Pemerkosa? Penipu? Pelaku bom bunuh diri? Atau apa? Banyak orang-orang yang melakukan kejahatan dengan motifnya masing-masing. Mungkin sebagian mereka adalah orang-orang yang terpaksa melakukan hal jahat dan merugikan orang lain. Mungkin juga sebagian mereka adalah orang-orang baik yang tidak punya niat sama sekali untuk melakukan kejahatan, namun datang kesempatan yang mendorong mereka untuk melakukan kejahatan. Iya, itu tadi adalah kata-kata khas Bang Napi di setiap segmen akhir program berita salah satu stasiun televisi terkemuka. Waspadalah! Waspadalah! Tapi tahukah kamu siapa yang terkejam di antara pelaku-pelaku kejahatan? Jawabannya adalah seseorang laki-laki yang memberikan nafkah haram kepada istri dan anak-anaknya. Seorang kepala keluarga yang seharusnya melindungi keluarganya, malah dengan sadar memberikan racun kepada keluarganya. Seorang kepala keluarga yang harusnya berbelas kasih dan penyayang, malah mengant...

Cari Perhatian

  Banyak di antara kita ingin menjadi seseorang yang mampu memberikan impresi ke orang-orang di sekitarnya. Ada yang berusaha tampil fashionable , ada yang mewarnai rambutnya, ada yang lantang berbicara di depan umum, ada yang selalu mengupdate kesehariannya di media sosial, ada yang berusaha memiliki gadget paling baru dan lain sebagainya. Hal itu dilakukan untuk menarik perhatian dan menunjukan eksistensi dirinya di lingkungan sekitarnya. Ada pula, yang bertujuan untuk mengambil hati seseorang, bisa lawan jenis, calon mertua, atau atasan dimana tempat dia bekerja. Menjadi orang keren itu sebenarnya mudah. Untuk menjadi orang yang tidak ada tandingan, caranya adalah dengan menjadi diri kita sendiri. Dengan kita menjadi diri kita sendiri, kita akan fokus terhadap kegiatan atau pekerjaan yang sesuai bakat dan passion kita. Orang yang sibuk berkarya di bidangnya akan selalu menarik di mata orang lain. Coba lihat sekelilingmu, mungkin ada orang-orang yang sibuk sendiri namun dapat ...

Gunung Hutan

Suatu waktu aku pernah ditanya mengenai lebih seru mana antara menyelam di laut atau mendaki gunung. Waktu itu aku sempat memikirkan mana yang lebih aku sukai sehingga pertanyaan dari temanku tadi bisa kujawab dengan tegas. Pada akhirnya aku tidak bisa memilih salah satu dari mereka karena dua-duanya seru dan aku sukai. Secara umum, mendaki gunung adalah kegiatan olahraga di alam terbuka yang membutuhkan waktu lebih dari sehari bahkan ada yang lebih dari seminggu. Karena membutuhkan waktu yang lama, maka ada banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum kita mulai mendaki, baik persiapan fisik, mental, maupun pengetahuan yang harus kita pahami selama beraktivitas di alam terbuka. Selama berada di alam terbuka kita juga harus menaati peraturan yang diberikan oleh pengurus Taman Nasional terkait. Ada beberapa peraturan umum yang seperti dilarang membuang sampah sembarangan dan juga terkadang ada peraturan khusus seperti di gunung Lawu yang melarang pendaki memakai atribut berwarna hijau s...

Yang Menjagamu di Kala Senang

"Berada di ruangan ini, mungkin sudah takdirmu. Tapi jendela yang ingin kamu lihat, itu pilihanmu" Familiar dengan kalimat di atas? Yup, kalimat tersebut dimuat di buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari (NKCTHI) ini karya Marchella FP. Buku NKCTHI terbit pertama pada tahun 2018 dan mendapatkan feedback positif di masyarakat Indonesia. Pada tahun 2020, buku tersebut kemudian diadopsi menjadi film yang berjudul sama dengan judul bukunya. Sama halnya dengan bukunya, film tersebut juga booming dan laris di bioskop. Film NKCTHI menceritakan tokoh utama seorang perempuan karir yang sedang resah karena kekurangan yang dia miliki. Lingkungan keluarga dan pekerjaannya menuntut dia menjadi sosok yang berbeda dari dirinya. Singkat cerita, tokoh tersebut mampu menjadi seseorang yang diekspektasikan lingkungannya, namun dengan itu dia justru kehilangan dirinya sendiri dan hal berharga di hidupnya. Kembali membahas kutipan yang tertulis di atas, kadang-kadang kita sulit menerima kondisi k...